intsoftscape

around of me…and share…

MENGATUR CAHAYA DALAM RUANGAN

Bagaimana cara merancang pencahayaan yang optimsl di dlsm ruangan?

Karena kegiatan kita di dalam rumah yang sangat beragam, maka perlu perencanaan yang tepat agar cahaya di rumah menjadi optimal dan sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ada 6 trik dalam mengatur pencahayaan di dalam ruangan.

Penuhi kebutuhan cahaya yang paling utama

Penerangan yang paling mendasar dan mutlak ada di setiap ruang dikenal dengan general lighting atau penerangan umum. Penerangan ini harus menerangi seluruh ruang secara merata, sebab fungsinya adalah untuk memberi cahaya bagi penghuni rumah sehingga bisa melakukan aktivitasnya. Pencahayaan ini tidak perlu terlalu terang, namun cukup agar ruangan tidak terlalu gelap. Biasanya dipakai lampu jenis downlight untuk mendapatkan penerangan yang rata di seluruh ruangan.

Tentukan kegiatan yang butuh cahaya lebih

Cobalah dianalisa dan dipilah ruang atau area mana saja yang digunakan untuk melakukan kegiatan yang spesifik sehingga memerlukan cahaya yang lebih terang. Untuk ruangan tersebut berikan pencahayaan setempat (task lighting) yang mengarah pada tempat kita menjalankan aktivitas tersebut.

Misalnya di ruang tidur, kita memerlukan task lighting untuk menerangi kegiatan membaca, merias siri atau bahkan belajar. Di dapur, kita memerlukan pencahayaan ini untuk memasak, memotong, dll.

Manfaatkan dimmer

Dengan dimmer, kita bisa mengatur meredupkan lampu sesuai dengan keinginan kita. Diruang tidur misalnya, saat kita masih terjaga yang kita butuhkan lampu yang terang sedangkan saat kita tidur yang dibutuhkan cahaya lampu redup. Dengan menggunakan dimer pada lampu downlight atau pada lampu meja, pengaturan cahaya dapat dilakukan dengan mudah.

Sediakan lampu malam

Lampu malam ini perlu disediakan pada setiap area yang mungkin kita lewati pada jam-jam tidur. Lampu yang digunakan sebaiknya dengan cahaya redup, karena fungsinya hanya sekedar menghindari ruang-ruang tersebut menjadi gelap gulita sehingga sulit dilalui. Contoh ruang yang memerlukan cahaya ini misalnya, lorong menuju kamar mandi dan anak tangga.

Sebar titik lampu

Sebaiknya untuk ruang-ruang yang cukup luas, kita gunakan lebih dari satu sumber sinar, karena apabila kita menggunakan satu sumber akan muncul bayangan di segala arah. Tentunya ruangan yang seperti itu membuat kurang nyaman. Mungkin kita bisa membuat satu titik lampu yang bercabang menjadi beberapa titik sinar.

Indirect lighting

Bola lampu sebaiknya tidak terlihat langsung, yang terlihat hanya sinarnya atau pendarannya melalui perantara kaca buram. Mungkin dengan menggunakan penutup lampu akan sedikit merugikan dari sisi tingkat terangnya lampu, namun sinar yang terlihat langsung dalam ruang akan sangat menggangu kenyamanan mata dan kurang sedap dipandang karena cahayanya menjadi tidak merata.


*) dari berbagai sumber

Maret 18, 2010 - Posted by | RUANG | , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: